CHAIRIL ANWAR : KAWAN

| Sunday, November 15, 2009

Kepada Kawan

Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat
Mencengkam dari belakang tika kita tidak melihat
Selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa
Belum bertugas kecewa dan gentar belum ada
Tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam
Layar merah terkibar hilang dalam kelam
Kawan, mari kita putuskan kini di sini:
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!

Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kecup perempuan, tinggalkan kalau merayu
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju
Jangan tambatkan pada siang dan malam
Dan
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat
Tidak minta ampun atas segala dosa
Tidak memberi pamit pada siapa saja!

Jadi
mari kita putuskan sekali lagi:
Ajal yang menarik kita, akan merasa angkasa sepi
Sekali lagi kawan, sebaris lagi:
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!!!

30 November 1946

2 Maklum Balas:

Anonymous said...

ishhh2x....amik masa gak nk faham ni..huhuhuhu

Syed Norzalman said...

Takpe..amik masa selama yang mungkin ekk..!

"Mantera Jiwa Penyembuh Lara Dunia"